Junk food atau yang biasa kita sebut dengan makanan cepat saji, menjadi hal yang sangat digandrungi para kawula muda. Mungkin Anda pernah sekali, dua kali, dan atau malah berkali-kali mencicipi jenis makanan yang satu ini. Tidak heran, apalagi untuk Anda yang super busy dan tidak punya waktu untuk masak.

Adanya makanan cepat saji ini akan menjadi pilihan. Anda juga tidak perlu repot-repot untuk memasak. Kendati demikian, kita juga harus memperhatikan serta membatasi akan konsumsi makanan cepat saji. Karena kelak, di masa yang akan datang kita itu merupakan apa yang kita makan sekarang.

Perlu tahu, makanan cepat saji itu mempunyai karakteristik yang tidaklah jauh berbeda dengan fast food. Lebih cepat tersaji, mudah dijangkau, juga harganya murah. Semua orang pasti lebih suka membeli hal-hal yang harganya lebih murah. Sayangnya, mereka sedikitpun tidak memperhatikan akan kandungan kalori ataupun gizi yang terdapat di dalam makanan tersebut.

Junk Food
sman1kraksaan.sch.id

Pengertian dan Bahaya Junk Food

Pengertian dari makanan cepat saji adalah, dalam ensiklopedia karya Andre F. Smith merupakan produk-produk komersial, seperti halnya permen, es krim, roti, minuman ringan, makanan yang asin rumah yang juga mempunyai sedikit atau tidak ada nilai gizinya. Melainkan justru terdapat banyak kalori, lemak, dan garam.

Junk food itu tidak mendukung kesehatan kita. Melainkan menjadi makanan yang mengancam kesehatan dan membahayakan. Apakah Anda sampai sekarang ini masih mengkonsumsi makanan ini? Jika jawabannya adalah, IYA. Maka simak beberapa efek atau dampak negatif seperti berikut ini.

Kardiovaskular dan Mengganggu Sistem Pencernaan

Bahaya junk food yang pertama adalah akan mengganggu sistem pencernaan dan juga kardiovaskular. Perlu Anda ketahui, bahwasannya kebanyakan makanan cepat saji, seperti halnya minuman juga makanan pendamping, hanya mempunyai serat dan karbohidrat yang sangat sedikit. Bahkan bisa saja kita katakan jika semua itu tidak mempunyai serat.

Nah, ketika sistem pencernaan memecah makanan tersebut, karbohidrat nantinya akan dilepaskan sebagai glukosa menuju ke aliran darah. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gula darah yang meningkat. Selain itu, pankreas juga akan merespon lonjakan glukosa dengan melepaskan insulin. Sedangkan insulin akan mengangkut gula menuju seluruh tubuh.

Seiring berjalannya waktu lonjakan insulin tersebut juga akan menyebabkan terjadinya respon insulin normal tubuh yang melemah. Karena inilah yang meningkatkan terjadinya risiko resistensi insulin, penambahan berat badan serta diabetes tipe 2.

Mengganggu Kinerja Otak Saat Belajar

Dalam belajar mengajar, dampak dari konsumsi makanan cepat saji ini juga akan kita rasakan. Sebab, makanan ini akan mengganggu kinerja otak. Hal ini juga mempunyai bukti adanya sebuah studi,  American journal of clinical Nutrition. Menunjukkan bahwasanya orang sehat makan junk food selama 5 hari, ternyata mendapatkan hasil buruk saat tes kognitif.

Dalam studi tersebut juga mendapatkan kesimpulan bahwa konsumsi dalam jangka waktu 5 hari tersebut dapat merusak daya ingat. Pola makan yang buruk akan menyebabkan terjadinya reaksi kimia tertentu. Sehingga akan menyebabkan peradangan pada area hipokampus otak. Area inilah yang berhubungan dengan memori serta pengenalan khusus.

Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu, bahaya junk food juga akan meningkatkan terjadinya demensia. Anda mungkin tahu bahwa insulin diproduksi pada bagian pankreas. Selain itu juga untuk pengangkutan glukosa untuk bahan bakar tubuh. Namun, insulin yang diproduksi otak mempunyai fungsi untuk membawa sinyal antara sel saraf serta untuk membentuk ingatan.

Seperti halnya diabetes tipe 2, insulin yang lebih tinggi akan membuat otak berhenti untuk merespon hormon. Tetapi malah akan membuat menjadi resisten terhadapnya. Sudah pasti hal ini akan membatasi kemampuan dalam berpikir, mengingat, ataupun membuat ingatan. Bagaimana jika demikian? Bukankah inilah yang menyebabkan meningkatnya resiko demensia.

Perubahan Kimiawi Merujuk Pada Depresi

Makanan yang mengandung gula dan lemak yang tinggi, akan mengubah aktivitas kimiawi otak Hal inilah, yang menyebabkan kita bergantung terhadap makanan tersebut. Nah, ini juga yang akan menjadi dampak negatif dari konsumsi makanan cepat saji.

Apabila kita sudah mengkonsumsi makanan tersebut sejak lama, gejala yang akan kita rasakan adalah ketidakmampuan untuk mengatasi stres, merasa tertekan. Pada akhirnya, kita akan kembali ke makanan tersebut, guna menghibur diri serta menangani perasaan tersebut. Jadi bisa kita katakan, bahwa junk food itu merupakan makanan yang menjebak.

Leave a comment